Jumat, Desember 31, 2010

SELAMAT TAHUN BARU 2011


SEMOGA SEMUA HARAPAN KITA DAPAT TERKABUL DAN KITA DAPAT

MENJADI LEBIH BAIK DARI TAHUN - TAHUN SEBELUMNYA



TUHAN MEMBERKATI

Kamis, Desember 30, 2010

Ketika Anda Mengabaikan Satu Komuni Kudus

KETIKA ANDA MENGABAIKAN SATU KOMUNI KUDUS

Oleh : Rm. Francis J. Peffley

Patutlah anda mempertimbangkan kerugian apa saja yang anda alami setiap kali melewatkan kesempatan untuk menyambut Komuni Kudus.
  1. Anda melewatkan kesempatan untuk mengunjungi Yesus secara pribadi. Yesus, yang adalah Sumber dari segala kekuatan rohani dan segala kekudusan;
  2. Anda kehilangan penambahan rahmat pengudusan secara istimewa, yang menjadikan jiwa anda lebih berkenan bagi Tuhan;
  3. Anda kehilangan sebagian rahmat sakramen yang memberi anda hak untuk memperoleh pertolongan istimewa di saat - saat pencobaan serta dalam melaksanakan tugas - tugas harian anda;
  4. Anda kehilangan kesempatan emas dihapuskannya segala dosa - dosa ringan anda;
  5. Anda kehilangan pengaruh perlindungan khusus yang dianugerahkan setiap Komuni Kudus untuk melawan hawa nafsu;
  6. Anda kehilangan kesempatan dihapuskannya hukuman sementara akibat dosa - dosa anda, baik sebagian atau bahkan seluruhnya;
  7. Anda kehilangan sukacita rohani, kesenangan serta kenikmatan khusus yang diperoleh dari menyambut Komuni Kudus dengan penuh cinta;
  8. Anda kehilangan sebagian kemuliaan yang boleh dinikmati tubuhmu pada saat kebangkitanNya pada akhir jaman;
  9. Anda kehilangan sebagian besar derajat kemuliaan yang boleh anda miliki di Surga untuk selama - lamanya;
  10. Anda dapat kehilangan:
  • kemenangan mutlak atas kelemahan atau hawa nafsu
  • rahmat - rahmat khusus yang telah lama dimohon dalam doa
  • pertobatan atau keselamatan jiwa - jiwa
  • pembebasan seorang sanak atau seorang teman dari Api Penyucian
  • banyak rahmat bagi orang lain, baik yang hidup maupun yang sudah meninggal
Apakah tidur lebih lama beberapa menit dapat menggantikan segala kerugian diatas? Harta apakah yang dicari sehingga begitu banyak orang Katolik merugikan dirinya sendiri setiap hari dengan mengabaikan Misa Kudus?

Persiapan terbaik untuk menyambut Komuni Kudus adalah dalam misa. Pada saat ajal, penghiburan terbesar bagi kita adalah misa - misa di mana kita ikut ambil bagian dan Komuni Kudus yang kita sambut.

With Ecclesiastical Approval
Chicago, December 6, 1940

Sumber : "When you Miss One Holy Communion" by Fr. Peffley

diterjemahkan oleh YESAYA: www.indocell.net/yesaya
atas ijin Fr. Francis J. Peffley

Rabu, Desember 15, 2010

INFO KWI 2010

Promulgasi 50 Tahun Hirarki Gereja Katolik Indonesia


Pada 3 Januari 1961, Paus Yohanes XXIII menganugerahkan Hirarki Episkopal kepada Gereja Katolik di Indonesia. Berkaitan dengan peringatan peristiwa ini, Sidang Tahunan KWI 2010 mengamanatkan agar setiap keuskupan mengawali tahun 2011 dengan perayaan syukur atas 50 tahun Hirarki di Indonesia. Keuskupan Bandung bersama-sama memperingati peristiwa iman dengan Ekaristi Syukur 50 Tahun Hirarki di setiap paroki/kapel pada 1-2 Januari 2011.
Berikut adalah Promulgasi 50 tahun Hirarki Gereja Katolik Indonesia yang diterbitkan oleh KWI.


SURAT KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA

SYUKUR ATAS LIMA PULUH TAHUN
HIRARKI GEREJA KATOLIK DI INDONESIA

Pada tanggal 3 Januari 2011 Gereja Katolik Indonesia pantas menghaturkan syukur yang berlimpah kepada Tuhan karena 50 tahun yang lalu yakni pada tanggal 3 Januari 1961

Paus Yohanes XXIII melalui Konstitusi Apostolik QUOD CHRISTUS ADORANDUS menganugerahkan

HIRARKI EPISKOPAL kepada Gereja Katolik di Indonesia.

Penganugerahan ini merupakan pengakuan Takhta Suci bahwa Gereja Katolik di Indonesia sanggup berdiri sendiri sebagai hirarki karena:

1) Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan menjamin kelangsungan keberadaannya serta pengembangannya secara kuantitatip dan kualitatip;
2) Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan menjamin komunikasi persaudaraan para murid Yesus antar gereja-gereja setempat baik nasional maupun internasional;
3) Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan menjamin kelanjutan pelaksanaan karya misi ke dalam dan ke luar;
4) Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan berkembang menjadi Gereja pribumi dengan tetap berpegang teguh pada hakekat Gereja yang universal;
5) Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan berkembang menjadi Gereja dewasa yang bertanggung-jawab penuh dalam pengadaan tenaga-tenaga pastoral (klerus dan awam) dan sarana-sarana lain yang mendukung pengembangan dirinya sebagai GEREJA KRISTUS yang sejati.
6) Gereja Katolik di Indonesia memiliki kemampuan berkembang menjadi Gereja yang merupakan bagian tak terpisahkan dari masyarakat dan bangsa Indonesia yang plural, sedemikian sehingga Gereja Katolik sebagai kesatuan maupun setiap anggotanya sungguh 100% Katolik dan 100% Indonesia.

Peristiwa yang bersejarah ini tidak cukup hanya untuk dikenang! Setelah 50 tahun mendapat anugerah pengakuan ini kita pantas merefleksi diri sampai di mana kita memaknai pemberian wewenang ini untuk memacu kemandirian kita sebagai GEREJA INDONESIA dalam segala segi kehidupan menggereja di tanah air tercinta ini.

Sebagai ungkapan syukur atas 50 tahun Hirarki di Indonesia, Sidang Tahunan KWI 2010 menyetujui, agar setiap Keuskupan merayakan Ekaristi pada awal Januari 2011. Hendaknya peristiwa iman tersebut dijadikan kesempatan melanjutkan penulisan Sejarah Gereja Katolik Indonesia, yang dilengkapi dengan sejarah-sejarah masing-masing Keuskupan.

Sebagai puncak peringatan 50 tahun Hirarki Gereja Katolik Indonesia akan diselenggarakan pada Sidang Tahunan KWI 2011.

Semoga Maria, Bunda Gereja, mengantar kita kepada kedewasaan iman dalam Kristus. Berkat Tuhan melimpah kepada seluruh bangsa.

Jakarta, 8 Desember 2010

P R E S I D I U M KONFERENSI WALIGEREJA INDONESIA (KWI),


Mgr. Martinus Situmorang, OFM Cap. Mgr. Johannes Pujasumarta
Ketua Sekretaris


Sumber : Keuskupan Bandung

Jumat, November 19, 2010

Sharing Pelayanan

KUASA TUHAN DIBALIK LUKA

Oleh Pastor Felix Supranto, SS.CC

“Rumah sederhana itu menjadi saksi ketabahan iman”. Aku bertandang ke rumah itu sesuai dengan janjiku dengan seorang ibu setengah baya di sebuah rumah duka. Aku duduk di sofa dengan menikmati suara “tokek”. Mataku tertuju pada ayat Firman Tuhan yang difigura sangat indah : “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Filipi 4:13). Ayat itu bukan sekedar hiasan, tetapi merupakan gambaran akan perjuangan iman seorang ibu di tengah keraguan akibat musibah besar yang menimpanya. Ibu itu menjadi korban ledakan gas. Suaminya meninggal dunia karena ingin menyelamatkan istri dan anak-anaknya walaupun sebenarnya ia berada di halaman ketika rumahnya terbakar. Cinta terhadap keluarganya ternyata telah mengalahkan keselamatan dirinya seperti cinta Tuhan Yesus bagi umat manusia : ““Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya (Yoh 15:13). Seluruh badan ibu itu cacat akibat luka bakar, kecuali wajahnya yang disyukurinya karena penting sebagai penjual makanan. Di tengah keraguan akan kebaikan Tuhan akibat musibah yang menghantamnya, ia terus berjuang untuk tetap melangkah di dalam iman. “Praise and Worship” (Pujian dan Penyembahan) kepada Tuhan ternyata merupakan kuncinya. Pujian dan Penyembahan telah memelihara mata rohaninya sehingga ia tetap mampu melihat kebajikan Tuhan di setiap jengkal peristiwa kehidupan. “Walaupun badanku cacat, aku tetap berjalan tegak karena Dia yang aku sembah”, katanya bangga.

“Tuhanku, luar biasa dan dasyat,” aku mengungkapkan kekagumanku terhadap Yang Mahakuasa. Tuhan memampukan seorang manusia yang sempat terpuruk untuk tidak berpikiran terlalu kecil tentang apa yang dapat dilakukan Allah di dalam hidupnya dan bersiap bagi Allah yang akan melakukan hal-hal besar (Stormie Omartian. Doa Yang Mengubah Segala Sesuatu : Kuasa Tersembunyi Dalam Pujian. Immanuel. Jakarta. 2006. Hlm. 225). Semangat hidup ibu yang cacat itu memotivasiku untuk tidak mengeluh terhadap luka-luka di kulitku yang muncul tenggelam tergantung kadar gula dalam darahku. Selama ini aku menderita bukan karena rasa sakit yang ditimbulkan dari luka-luka fisik yang menganga, tetapi akibat pikiran negatif dari diriku sendiri bahwa orang mencemoohkan aku. Dengan terus menerus mengeluh terhadap keadaanku, aku sebenarnya membangun sebuah tembok pembatas antara aku dan Tuhan. Mataku terhalang untuk melihat berkat Tuhan dibalik luka-luka yang harus aku tanggung. Kini jiwaku terbuka terhadap berkat kasih Tuhan melalui perhatian banyak orang kepadaku seperti pemberian berbagai macam obat sampai memenuhi kamar atau teguran kasih : “Romo, hati-hati ya dengan makanan, kami membutuhkan Romo”. Aku sekarang bisa mengatakan “Don’t worried, be happy”.

Aku bertekad untuk terus membangun imanku dengan doa pujian sederhana setiap saat. Aku dapat melakukannya di kamar, di ruang doa, dan di tengah kemacetan kota Jakarta dengan mengikuti lagu-lagu rohani dari tape recorder. Pujian sederhana akan mengalirkan iman yang baru dalam jiwa. Pujian kepada Allah akan membimbing jiwa untuk membiarkan diri dikuasai oleh Sabda-Nya seperti yang ditekankan oleh Kardinal Carlo Maria Martini, S.J. dalam latihan rohani. Here I recall the second annotation of the Spiritual Exercises , which calls on us to let ourselves be penetrated by God’s Words (Cardinal Carlo Maria Martini, SJ. Abraham Our Father in Faith. Gujarat Sahitya Prakasih. India. 1992. P. 8). Yang penting : “Jangan takut dianggap kerasukan setan oleh segelintir orang karena rahmat Allah tidak akan pernah hilang !”. Sabda Allah yang didetentangkan dalam pujian akan membuat kebajikan Allah semakin gamblang disetiap sudut jiwa. Tuhan memberkati.

Bacaan Rohani :

1 Cardinal Carlo Maria Martini, SJ. Abraham Our Father in Faith. Gujarat Sahitya Prakasih. India. 1992.

2 Stormie Omartian. Doa Yang Mengubah Segala Sesuatu : Kuasa Tersembunyi Dalam Pujian. Immanuel. Jakarta. 2006.



dikutip dari email Bpk. Arifin Muliawan